Showing posts with label ubur-ubur. Show all posts
Showing posts with label ubur-ubur. Show all posts

PENGOBATAN PADA SERANGAN UBUR-UBUR



Serangan ubur-ubur umumnya tidak membahayakan jiwa korbannya. Fokus pengobatan pada serangan ubur-ubur diarahkan pada keadaan darurat yang mengancam jiwa, khususnya pada reaksi sistemik. Racun ubur-ubur juga dapat menimbulkan reaksi anapilaksis pada korban yang sangat sensitif terhadap racun ubur-ubur. Jika ditemukan gejala sistemik tersebut, maka tindakan berikut perlu dilakukan :

Resusitasi. Jika korban menunjukan tanda henti jantung, maka bagi penolong berpengalaman dapat melakukan resusitasi jantung-paru. Tindakan yang segera dapat meningkatkan kemungkinan harapan hidup.

Life Support. Jaga dan stabilkan tekanan darah, nadi, dan kemampuan nafas dari korban. Tindakan ini akan lebih tepat dilakukan dalam sarana kesehatan yang memadai (Rumah Sakit).

Antivenom. Jika tersedia, pemberian antivenom/anti-racun ubur-ubur dapat diberikan. Sayangnya, anti-racun ini tidak lumrah tersedia di Indonesia.

Kontrol Rasa Nyeri. Pemberian obat nyeri secara oral/diminum ataupun suntikan bisa diberikan. Saat di lokasi, penyiraman dengan air hangat dapat mengurangi derajat nyeri korban.

Apabila telah tertangani, korban yang mengalami gejala sistemik atau terkena sengatan pada area yang luas perlu dipantau setidaknya 6 – 8 jam untuk melihat kemungkinan terjadinya reaksi sistemik susulan. Meskipun jarang terjadi, sengatan ubur-ubur yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan infeksi dan bekas luka.

PENANGANAN SERANGAN UBUR-UBUR



Bencana bisa datang pada saat sedang berlibur, salah satunya serangan ubur-ubur di pantai. Sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan reaksi lokal maupun sistemik pada tubuh manusia. Umumnya, reaksi lokal tidak membahayakan bagi jiwa korban. Namun, reaksi sistemik lebih sulit untuk diprediksi. Meskipun secara statistik menunjukan sengatan ubur-ubur cenderung tidak mengancam jiwa, namun perlu kewaspadaan pada serangan hewan laut (tidak sekedar ubur-ubur).

Saat mendapatkan bencana sengatan ubur-ubur, maka tindakan segera di lokasi dan tindakan pasca kejadian (setelah di lokasi) berikut dapat dipertimbangkan :

APA TANDA-TANDA TERKENA RACUN UBUR-UBUR



Serangan hewan laut di pantai tentu merusak suasana santai bertamasya. Dengan begitu banyak kemungkianan serangan hewan laut saat di pantai, bagaimana kita yakin bahwa yang menyerang adalah ubur-ubur ? Masih sulit untuk menjawab PASTI pertanyaan ini. Namun, ada beberapa kejadian awal yang bisa menjadi pengarah kemungkinan bahwa ubur-ubur adalah pelaku penyerangan.


Berada pada garis pantai migrasi ubur-ubur. Beberapa pantai di Indonesia menjadi tempat bagi ubur-ubur untuk bermigrasi. Jika seseorang berenang pada pantai dengan populasi ubur-ubur yang tinggi, ada kemungkinan akan terkena racun ubur-ubur.


Terasa seperti benang. Ubur-ubur memiliki tentakel yang panjang menyerupai benang. Pada bagian tentakel ini terdapat racun-racun yang tersimpan pada nematocysts. Saat seseorang berenang di pantai, dan tanpa sengaja menyentuh tentakel ini, maka racun-racun akan disuntikan melalui nematocyst. Jadi, adanya rangsangan pada tentakel lah yang menyebabkan racun-racun tersebut dapat mengenai manusia. Sehingga, sering kali korban serangan ubur-ubur merasakan seperti lilitan benang entah pada kaki atau area tubuhnya.

SERANGAN UBUR-UBUR




Pantai sering kali menjadi tempat favorit untuk bersantai bersama keluarga saat liburan panjang. Di samping pemandangan hamparan laut dan pasir, sering kali kita bisa bermain di tepian pantai. Namun, liburan yang menyenangkan itu bisa menjadi bencana jika mengalami serangan hewan laut, seperti misalnya  landak laut dan sengatan ubur-ubur.

Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Dengan sedemikian luasnya lautan, beberapa tempat laut di Indonesia berpotensi sebagai tempat migrasi ubur-ubur. Ubur-ubur yang tampak lemah dan tidak berdaya (hanya meliak-liuk) ternyata memiiki racun yang sangat menyakitkan bagi manusia, bahkan bisa juga menghilangkan nyawa !

Ubur-Ubur, Binatang Berbahaya ??

Patut untuk meragukan jika hanya mengenal ubur-ubur dari penampilan luarnya saja. Binatang laut yang lembut, bergerak bagaikan menari mengenakan rok, sungguh terkesan lembut dan tidak membahayakan. Siapa sangka, di balik penampilannya yang lembut terdapat bisa yang mematikan.

Next Topic

> BERKENALAN DENGAN ANEMIA klik

> TRAUMA OLEH AIR KERAS klik




Anda Punya Saran atau Pertanyaan ? Silakan Hubungi Kami

Name

Email *

Message *