Demam merupakan suatu reaksi
tubuh (gejala) di saat mengalami gangguan. Tidak sekedar dikarenakan infeksi
virus atau bakteri, demam juga dapat muncul oleh perubahan aktivitas, siklus
hormonal, gangguan cairan tubuh, atau bahkan oleh karena tumor/kanker. Demam
ibarat sebuah alarm yang menunjukan ada kelainan dalam tubuh, sekaligus sebagai
sekutu untuk “menekan” virus atau bakteri jika menyerang tubuh.
Demam digambarkan sebagai
peningkatan suhu tubuh di atas suhu normal. Untuk menentukan seseorang
mengalami demam atau tidak, perlu batasan yang diukur dengan suatu alat (termometer),
tidak sekedar menempelkan punggung tangan di dahi seseorang. Menempelkan
punggung tangan untuk mengecek suhu panas hanya dilakukan pada panci masak
saja,ya.
Sebagai gambaran umum menentukan seseorang demam dapat
dilihat pada tabel berikut :
Suhu
|
Pemeriksaan pada :
|
|
Anak-anak
|
≥
38oC
|
Rektal (pantat)
|
≥
37,5oC
|
Oral
|
|
≥
37,2oC
|
Axila (ketiak)
|
|
Dewasa
|
>37,5
|
-
|
Pada keadaan kesehatan yang khusus, seperti riwayat KejangDemam pada anak, batasan demam dapat diturunkan untuk mencegah kemungkinan
timbulnya kejang. Dengan menurunkan batasan demam maka orang tua dapat lebih
sigap memberikan obat penurun panas pada anak, salah satunya paracetamol.


