Welcome...!!

My Photo

Media sosial ini merupakan perpanjangan dari situs healthypedia11.blogspot.com. Dengan adanya media sosial Google+ kami mengharapkan kebersamaan yang lebih baik dalam ikatan keluarga healthypedia. Tentunya, segala konsultasi dan saran bisa diberikan dengan mudah. Anda dapat juga mengunjungi twitter @Healthypedia11 dan healthypedia@yahoo.com.

Condom Promotion

Video kondom yang menarik. Bukan aktivitas seksualnya yang penting, melainkan keamanan bagi diri sendiri dan pasangan.

Selamat menyaksikan


Sehabis Makan Langsung Tidur, Bolehkah?

Suatu kali seseorang bertanya kepada saya, " Apakah boleh sehabis makan langsung tidur?". Tentu saja boleh, tidak ada yang melarang untuk masalah tidur kapanpun atau dimanapun. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan apabila hendak melakukannya.

Proses Pencernaan

Pada saat mengkonsumsi makanan, beberapa proses terjadi dalam jalur pencernaan. Pertama, makanan dilumatkan di dalam mulut (proses mekanik dan kimiawi), kemudian masuk melewati kerongkongan menuju lambung. Di lambung, makanan mengalami penghancuran secara kimia dengan menggunakan zat asam lambung. Produksi asam lambung ini meningkat saat hendak mengkonsumsi makanan. Pada orang yang memiliki kebiasaan makan teratur, sering kali asam lambung akan keluar pada jam-jam kebiasaan makan, meskipun pada saat itu sedang tidak makan.

Cara Mengukur Tekanan Darah

Tekanan darah merupakan cara sederhana untuk melihat kelainan pada tubuh kita, terutama mengenai masalah jantung. Dengan perkembangan alat kesehatan, mengukur tekanan darah dapat dengan mudah dilakukan, tidak saja di sarana kesehatan namun juga di rumah. Berikut ini akan dijelaskan sekilas cara mengukur tekanan darah. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda.
 
INDIKASI
  • pada kasus cardiovaskular = hipertensi.
  • Kontrol pengobatan hipertensi

KONTRAINDIKASI (Relatif) 
  • Pemasangan intravena
  • Post operasi arteri-venous shunting
  • Post reseksi lymp node pada tangan/daerah pemeriksaan

ALAT-ALAT
  • Spigmomanometer (raksa/pegas/elektronik)
  • Stetoscope

CARA MENGUKUR
Persiapan Alat
Persiapan Pasien dan lingkungan
Persiapan Pemeriksa

Persiapan Alat =
  1. Yakinkan alat berfungsi dengan baik
  2. Pilih alat yang sesuai dengan besar lingkar lengan pasien (lih. Tabel). Intinya : lebar caff tidak menutupi seluruh lengan atas dan mampu menahan tekanan alat.

Arm Circumference
(cm)
Bladder Dimensions
(cm)


Cuff Size




22 to 26 12×22
Small adult arm




27 to 34 16×30
Adult arm




35 to 44 16×36 Large adult arm

45 to 52 16×42
Adult thigh





Note : jika lebar lengan atas > lebar caff, dapat dilakukan pemeriksaan pada lengan bawah (forearm) dengan mendengarkan suara pada a. Radialis.

Persiapan Pasien =
  1. Pasien tenang.
  2. Dalam posisi tidur? Duduk? Berdiri?
  3. Tanyakan keadaan sebelum pemeriksaan (aktivitas, penggunaan obat-obatan, minuman perangsang simpatis)
  4. Posisi lengan yang akan diperiksa sejajar dengan posisi jantung.

Persiapan Pemeriksa
LANGKAH PEMERIKSAAN
  • Pasien dalam posisi duduk, pemeriksa di sebelah kanan pasien.
  • Posisi pemasangan caff hendaknya sejajar dengan posisi jantung.
  • Pasangkan caff spigmomanometer pada lengan dengan jarak 1/3 bawah, atau jarak tengah olekranon – akromion, atau sisi terbawah berjarak 2 cm dari lipat siku.
  • Raba arteri brachialis (tentukan posisinya).
  • Pompa spigmomanometer hingga hasil denyut a. Brachialis menghilang. Ingatlah tekanan saat posisi hilang.
  • Letakkan stetoskop pada daerah a. Brachialis, mulai pompa hingga 20 mmHg di atas denyutan terakhir sebelumnya.
  • Turunkan tekanan kira-kira 2 mmHg/detik.
  • Dengarkan detak pertama dan pada tekanan berapa (suara Korotkoff 1) = systolic
  • Dengarkan suara yang berubah menjadi lembut atau suara (detak) terakhir (suara Korotkoff 4 atau Korotkoff 5) = diastolic
  • Dapat dihitung lagi 1-2 menit berikutnya apabila masih meragukan.

KLASIFIKASI TEKANAN DARAH (JNC 7) :

Tekanan Darah
Klasifikasi (Systole/Diastole)
Normal <120 <80
Prehipertensi 120 - 139 80 - 89
Hypertensi Grade I 140 - 159 90 - 99
Hypertensi Grade II >/=160 >/=100

Perlu Diingat :
  • Tekanan darah seseorang dapat berubah setiap saat
  • Faktor-faktor sebelum pemeriksaan perlu untuk ditanyakan, seperti obat-obat yang diminum, makanan sebelum pemeriksaan, aktivitas sebelum pemeriksaan, situasi emosional pasien.
  • Beda umur, beda pula tekanan darah

Rata2 tekanan darah berbanding usia :


Umur Sistolik Diastolik
neonatus 50 - 75 30 - 45
1 – 12 bln 60 - 90 40 - 70
1 – 3 th 75 - 100 50 - 75
4 – 8 th 80 - 115 50 - 75
9 – 15 th 85 - 125 50 - 80

Faringitis Akut (Acute Pharingitis)



Seorang wanita usia 20 tahun datang ke klinik dengan keluhan panas, disertai rasa gatal dan nyeri pada tenggorokan, dan batuk sejak 2 hari yang lalu. Tidak ada keluhan pilek selama tanda-tanda panas berlangsung. Suara sedikit serak. Sejak keluhan muncul, pasien sulit untuk menelan makanan. Kemampuan untuk minum masih dalam batas normal.
Riwayat sosial, pasien bekerja sebagai karyawan swasta, bekerja di ruangan ber-AC, dengan jam kerja yang bervariasi. Dalam beberapa minggu ini, pasien lembur untuk menyelesaikan tugas yang tenggat waktunya terbatas. Lima hari yang lalu, salah seorang rekan kerja mengalami gajala serupa yang disertai pilek.
Dari hasil pemeriksaan, suhu tubuh mencapai 38 derajat celsius. Tampak kemerahan pada faring, tanpa pembesaran tonsil.
Dokter mendiagnosa pasien dengan Faringitis akut dan dilakukan penanganan.

***

Faringitis akut (Acute Pharingitis) merupakan keradangan pada daerah faring yang terjadi kurang dari 7 hari. Di masyarakat, keradangan pada daerah ini sering dikanal dengan radang tenggorokan. Proses keradangan ini dapat disebabkan oleh berbagai mekanisme, salah satunya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Karena posisinya berada dalam jalur pernafasan (hidung – paru-paru) dan jalur makanan (mulut-esofagus), maka sumber pencemaran pada daerah faring dapat terjadi melalui dua jalur tersebut. Pada penderita yang mengalami pilek, faringitis dapat terjadi oleh karena lendir yang mengalir ke belakang (posterior) saluran hidung, dan jatuh ke daerah faring. Faringitis yang terjadi oleh karena aliran lendir ke belakang sering diakibatkan oleh virus influenza (contohnya rhinovirus dan adenovirus) ataupun H. Influenza. 
Faringitis dengan gejala batuk disertai dahak kekuningan sangat sering dikaitkan dengan sumber infeksi bakteri. Pada kasus radang tenggorokan yang sulit untuk sembuh, dan sering muncul berulang dengan, maka patut dicurigai adanya infeksi Streptokokus. Kelompok bakteri Streptokokus yang patut mendapatkan penanganan serius oleh karena komplikasinya yang berbahaya adalah Streptokokus Beta-hemolitikum grup A (Group A beta-hemolitic Streptocaccal/GAS).
Faktor lain yang dapat menyebabkan keradangan faring adalah infeksi jamur, alergi, keganasan tumor, racun yang tertelan dan trauma (misalnya karena tulang ikan saat makan). Pada pembahasan ini, akan dijelaskan faringitis oleh karena virus atau bakteri.
: Susunan Tenggorokan
  

Selanjutnya : Epidemiologi

Faringitis Akut (Acute Pharingitis)


Epidemiologi
Semua kelompok umur dan jenis kelamin dapat terkena faringitis akut. Kasus tersering dialami pada kelompok usia anak-anak dan pada musim dingin. Pengaruh daya tahan tubuh sangat penting terutama untuk mencegah infeksi oleh karena virus dan bakteri.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa Streptokokus merupakan jenis bakteri yang paling sering menyebabkan terjadinya faringitis. Faringitis oleh karena Streptokokus memerlukan perhatian yang serius. Beberapa komplikasi sering muncul saat terjadi infeksi oleh Streptokokus, khususnya Streptokokus Beta-hemolitikum grup A/GAS, diantaranya :
  • Demam rematik
  • Demam jantung rematik
  • Glomerulonefritis (kelainan pada ginjal)
  • Abses peritonsilar
  • Toxic shock syndrome
Komplikasi ini terjadi oleh karena kesalahan sistem imunitas tubuh dalam mengenali antigen (kode pengenal) GAS, yang dikenal dengan sebutan komplek antigen-antibodi.

Sebelumnya : Kasus                                               Selanjutnya : Gejala dan Tanda

Faringitis Akut (Acute Pharingitis)



Gejala dan Tanda

Gejala lokal yang paling umum dirasakan adalah adanya perasaan tidak nyaman di tenggorokan berupa gatal ataupun nyeri saat menelan (sore throat). Rasa gatal atau nyeri ini terjadi karena peradangan. Radang di daerah faring sering menyebabkan terbentuknya lendir sebagai upaya untuk “melekatkan” faktor pencetus radang supaya menjauhi dinding faring. Tubuh akan bereaksi dengan menghasilkan reflek batuk untuk mengeluarkan lendir/dahak tersebut. 
 
Beberapa penderita juga merasakan perubahan suara sehingga menjadi lebih serak. Hal ini dikarenakan proses keradangan yang juga mengenai daerah laring, dikenal sebagai pharingolaringitis. Gejala lain yang mungkin juga muncul yaitu rasa tersumbat pada telinga dan sesak.

Gejala sistemik/di luar daerah tenggorokan berupa demam dan sakit kepala. Demam yang terjadi jarang menunjukkan gejala menggigil, terkecuali sudah terjadi penyebaran secara sistemik oleh toksin GAS. Demam dapat terjadi secara bertahap ataupun segera. Umumnya, demam yang terjadi mendadak disertai oleh sakit kepala yang hebat merupakan tanda infeksi GAS.

Pemeriksaan fisik akan ditemukan suhu tubuh yang meningkat disertai gambaran kemerahan pada daerah faring, dengan atau tanpa pembesaran tonsil. Hasil pemeriksaan pada daerah lain disesuaikan dengan kemungkinan faktor resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Jika penderita mengalami flu, maka pada pemeriksaan hidung dapat ditemukan keluarnya ingus, dengan dinding hidung yang kemerahan dan konka yang melebar. Pada kasus faringitis dengan produksi dahak yang banyak, dapat pula dilakukan pemeriksaan lapang dada untuk meyakinkan tidak terdapat lendir yang masuk hingga cabang-cabang pernafasan.


: kemerahan pada daerah orofaring disertai pembesaran tonsil kanan-kiri.

Pada kasus faringitis yang berat dengan kemungkinan infeksi GAS dan resiko terjadinya komplikasi, pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan :
  1. Pemeriksaan darah lengkap dengan sedimentasi darah
  2. Pemeriksaan swab lendir faring dan kultur bakteri
  3. Pemeriksaan ASTO (Anti-Streptokokus Titer O)
  4. Pemeriksaan jantung, ginjal (jika diindikasikan komplikasi infeksi GAS)

Sebelumnya : Epidemiologi                                            Selanjutnya : Penanganan

Faringitis Akut (Acute Pharingitis)


Penanganan

Kasus faringitis akut tanpa komplikasi memiliki prinsip penanganan yaitu memperbaiki daya tahan tubuh penderita. Istirahat yang cukup dan menjaga asupan makanan bergizi serta minuman menjadi modal untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh akan mempercepat waktu pemulihan dari infeksi virus maupun bakteri.
Antibiotik diberikan jika ditengarai penyebab keradangan adalah bakteri. Secara empirik, antibiotik golongan penisillin dapat diberikan. Perlu diingat, angka kasus resistensi antibiotik golongan penisillin mulai tinggi di Indonesia, maka perlu dipertimbangkan pemberian antibiotik dari golongan lainnya. Untuk itu, perlu pertimbangan dokter dalam menentukan antibiotik (Anda tidak dianjurkan untuk memilih sendiri). 
 
Multivitamin dapat dipertimbangkan pada penderita dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah. Dalam beberapa kasus, pemberian steroid akan mengurangi proses radang pada penderita.
Gejala-gejala yang muncul dapat diatasi dengan jalan :
  • Rasa gatal di tenggorokan = berkumur dengan air garam hangat atau antiseptik kumur.
  • Demam = dapat mengkonsumsi penurun demam. Pada anak dapat disertai kompres hangat.
  • Batuk = mengurangi konsumsi makanan berminyak atau makanan kering yang merangsang reflek batuk.
  • Dahak kental = ganti minuman dengan yang hangat.

Sebelumnya : Gejala dan Tanda                                       Selanjutnya : Waspada !!

Faringitis Akut (Acute Pharingitis)

Waspada!!
Beberapa hal di bawah ini patut diwaspadai dan memerlukan perhatian bila mengalami faringitis :
  1. Kemampuan untuk makan dan minum yang sangat menurun sehingga menjadi lemas
  2. Sesak nafas yang semakin memberat
  3. Faringitis terjadi mendadak disertai nyeri kepala hebat dan sulit untuk sembuh (lebih dari 10 hari)
  4. Faringitis yang terjadi berulang kali
  5. Adanya riwayat sakit jantung oleh karena faringitis
Segera menghubungi dokter Anda apabila mengalami gejala-gejala yang disebutkan. Penanganan yang lebih intensif sangat dibutuhkan pada kasus ini.

Sebelumnya : Penanganan                                                         see PDF version

Tes Masa Subur, Benarkah Bermanfaat?



Setelah banyak pasangan terbantu dengan adanya tes kehamilan, kini mulai marak dipasarkan tes untuk mengetahui masa subur. Bagaimana sebenarnya prinsip kerja alat ini? Apakah keuntungannya? Dan apa yang perlu diperhatikan saat mengetahui hasil test tersebut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan coba kami ulas dalam artikel ini.

Next Topic

> BERKENALAN DENGAN ANEMIA klik

> TRAUMA OLEH AIR KERAS klik




Anda Punya Saran atau Pertanyaan ? Silakan Hubungi Kami

Name

Email *

Message *